Video ini didedikasikan untuk orang-orang yang pernah mengalami kebimbangan dalam menemukan cinta sejatinya. Orang-orang yang masih terus mencari padahal apa yang dicarinya udah ada dekat dengannya bahkan tepat di depan matanya. Namun, orang-orang ini tidak bersalah karena cinta itu buta sedangkan cita itu membutakan cinta.
Teman-teman, ini ada beberapa template ucapan selamat lebaran. Semoga bisa memberikan inspirasi tersendiri bagi kalian. Selamat Membaca.
Sayup terdengar takbir berkumandang
Tanda Ramadhan akan lewat
Ampunan diharap, barokah didapat
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin
***
Bryan Adams said “Please Forgive Me……”
Rio Febrian said “Ooo…. Maaf, maafkan diriku….”
Ruben Studdard said “Well this is my sorry for 2004…”
Yuni Shara said “Mengapa tiada maaf bagiku…”
Elton John said “Sorry seems to be the hardest word…”
Mpok Minah said “Maaf.. bukannya saya ngak ngerti.. bukannya saya
nggak sopan..”
I said “Minal Aidin wal faizin..”
***
Bila ada langkah membekas lara
Ada kata merangkai dusta
Ada tingkah menoreh luka
Mohon maaf lahir dan bathin
Selamat hari raya Idul Fitri 1427 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Sebelum takbir berkumandang
Sebelum ajal menjemput
Sebelum jaringan over load
Ijinkan kami memohon maaf lahir dan bathin
***
The holy and beautiful Syawal will come soon
There is no word proper to welcome it
Except the word of pray and forgiveness
My Majesty if you forgive all my fault
And hope your worship accepted by Allah
The God of Merciful and the Beneficent
***
Orang yang paling mulia adalah
Orang yang mau memaafkan kesalahan orang lain
Bersihkan diri, sucikan hati
Di hari yang Fitri ini.
***
Bulan Ramadhan telah berlalu
Dan hari Kemenangan telah datang
Untuk itu mari kita bersihkan hati dan jiwa kita
Dari gelimang dosa
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
***
Berbuat khilaf adalah sifat
Meminta maaf adalah kewajiban
Dan kembalinya Fitrah adalah tujuan
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
***
Ramadhan telah surut
Hari yang Fitri telah terbit
Maaf kumohonkan
Agar hati bersih dari dosa
Minal Aidin wal Faizin
***
Let’s write all the mistakes down in the sand
And let the wind of forgiveness erase it away
Happy Idul Fitri, Minal Aidin wal Faizin
***
MATA kadang salah melihat
MULUT kadang salah mengucap
HATI kadang salah menduga
Dengan niat tulus suci dengan ikhlas
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
***
Jika langkahku membekas lara,
Kataku merangkai dusta;
Lakuku menoreh luka;
Dari jeritan lubuk bathinku
Dengan ketulusan hatiku
Komohonkan maaf lahir bathinku
Taqobalallahu minna wa minkum
Minal Aidin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Selamat Hari Raya Idul Fitri
1 Syawal 1427 H
***
Andai tangan tak kuasa menjabat
Setidaknya kata masih dapat terungkap
Setulus hati mengucapkan
Selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir & batin
***
Ridho Allah dan berkahNya
Menyertai hambanya
Yang saling ucapkan maaf
Dan memberi maaf
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H
Maaf Lahir Bathin
***
Ijinkan saya bersajak
Untuk LISAN yang tak terJAGA
Untuk JANJI yang terABAIKAN
Untuk HATI yang berPRASANGKA
Untuk SIKAP yang meNYAKITKAN
Di hari yang FITRI ini, dengan TULUS HATI
Saya mengucapkan mohon MAAF LAHIR & BATHIN
Semoga ALLAH selalu membimbing kita
Bersama di jalanNYA
***
Sepuluh jari kutangkupkan
Maaf Lahir Bathin kupohonkan
Taqobalallahu minna wa minkum
Minal Aidin wal Faizin
***
Gema takbir bergumpal didalam dada
Idul Fitri seratus meter lagi
Semoga kesucian hati
Tidak hanya untuk Idul Fitri
Selamat Idul Fitri 1427 H
Mohon maaf atas kesalahan dan kekhilafan kami selama ini
***
Ramadhan akan berlalu
Jiwa bersih membalut kalbu
Dengan kerendahan hati
Mohon diberi maaf yang suci
Selamat idul fitri 1427 H
Minal aidin wal faizin
***
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kami sekeluarga menghaturkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin
***
Sama-sama… saya juga mohon maaf lahir dan bathin
***
Tiada embun yang lebih bening selain beningnya hati
Tulusnya jiwa membuka pintu maaf
Minal Aidin wal faizin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
***
Suminten wonten pinggir margi sadean kupat bumbune santen
Puniko dinten Riyadi sadaya kalepatan nyuwun pangapunten
Taqobalallahu minna wa minkum
***
Mata bisa salah lihat
Kuping bisa salah dengar
Mulut bisa salah bicara
Hati bisa salah sangka
Di hari yang fitri ini
Mohon maaf lahir dan bathin
***
Jika aku tak memberi maaf
Bukan karena aku tak mau memberi maaf
Tetapi engkau tak punya salah
Maaf apa yang harus kuberikan?
Jika aku memberi maaf
Bukan karena engkau meminta maaf
Tetapi karena sepenuh maaf aku berikan
Setulus hati, seikhlas niatku
Meski tanpa kau minta
***
Walaupun Hati tidak sebening XL dan secerah MENTARI.
Banyak khilaf yang buat FREN kecewa,
kuminta SIMPATI-mu untuk BEBAS kan dari ROAMING dosa
dan kita semua hanya bisa mengangkat JEMPOL kepadaNya
yang selalu membuat kita HOKI dalam mencari kartu AS selama kita hidup
karena kita harus FLEXIbel untuk menerima semua pemberianNYA
dan menjalani MATRIX kehidupan ini…
dan semoga amal kita tidak ESIA-ESIA..
***
Sebelum HCl jadi basa,
NaOH jadi asam,
NaCl jadi manis
n glukosa jadi asin,
hati selalu tertengadah mengharap titrasi maaf dari buret hatimu.
Taqaballahu minna wa minkum
***
Mungkin nervus salah hantarkan rangsang
sehingga glossus salah berucap
yang membawa hepar tersugesti
dan ductus lacrimalis dialiri cairan yang menetes deras.
Maaf bila ada salah yang membuat semua ekstremitas
& sistem saraf pusat bekerja tak normal
(Ini Sms Lebaran Nita 2 tahun yang lalu. Hm… Kangen masa-masa itu.)
Akhir kata, Nita pengen ngucapin Selamat Idul Fitri 1429 H. Maaf lahir dan Batin atas salah. Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amin. Lebaran sanjo ke rumah ya teman-teman. Happy Lebaran and Happy Liburan also. Mizz u All…^.^
Entah kenapa malam ini aku tertarik untuk menulis blog tentang tipe-tipe orang. Ini berawal ketika aku membaca salah satu buletin di FS. Buletin itu ditulis oleh anak seumuran aku dengan isi yang menurutku… hm… apa ya… terkesan agak sedikit menimbulkan kesan “Kasar”. Aku lantas berpikir, sebenarnya aku termasuk orang dengan tipikal yang bagaimana. Dan, inilah informasi yang kudapat.
Edward de Bono dalam bukunya yang berjudul How to Have a Beautiful Mind mengungkapkan bahwa sikap seseorang menyampaikan pikiran sangat berkaitan dengan citra diri orang tersebut. Menurut beliau, ada beberapa tipe orang yang bisa dilihat dari sikapnya dalam berpendapat, antara lain :
1. Orang Pandai. Orang pandai ingin selalu benar, selalu bersikap argumentatif, lebih memilih untuk menyerang hal – hal kecil yang tidak disetujuinya, sering menunjukkan informasi yang lebih unggul daripada informasi yang telah ada, ingin selalu benar, dan cenderung merendahkan pendapat orang lain. Uniknya orang pandai ini jarang menawarkan gagasan baru karena gagasan baru memiliki resiko diserang oleh orang lain.
2. Penjaga Nilai. Tipe orang ini tidak mempedulikan argumentasi ataupun informasi, namun cenderung memberikan suatu pegangan nilai-nilai kemanusiaan yang menurutnya benar.
3. Orang yang berpura-pura Bodoh. Dengan berpura-pura bodoh maka dia lolos dari banyak hal, bebas dari ketakutan diserang, tidak harus memiliki posisi, cenderung mengajukan pertanyaan yang paling aneh namun tidak memiliki efek apapun terhadap dirinya, menunjukkan sikap ketidakberdayaan sehingga menarik simpati orang lain.
4. Orang yang sangat Rasional. Tidak pernah terikat dalam suatu posisi karena melihat posisi yang lain dengan pikiran jernih, menerima semua hal tanpa perdebatan, baginya segala sesuatu mungkin saja bisa terjadi, begitu rasionalnya sehingga dia tidak pernah bisa mengambil kesimpulan atau pendapat.
5. Si Tukang Gertak. Menantang segala hal, semua informasi berpotensi salah, tidak begitu tertarik pada isi pendapat, namun tertarik pada efek yang dia timbulkan pada orang lain.
6. Si Penjilat. Orang yang paling cepat menyetujui pendapat orang lain yang paling berpengaruh dalam suatu diskusi, pendapatnya berubah-ubah mengikuti orang yang paling berpengaruh, tidak suka menjawab pertanyaan dan
sering melemparkan pertanyaan tersebut ke orang lain.
7. Si Inovator.
Dia berprinsip bahwa gagasan baru itu menyenangkan sedangkan perdebatan adalah membosankan, selalu memberikan gagasan baru yang kreatif dan tidak lazim, memiliki cara pandang yang berbeda dan unik, tidak mau repot-repot berdebat.
8. Si Pembosan.
Menganggap semua gagasan atau pendapat sebagai barang lama (Basbang!), sering menunjukkan kebosanan yang dibuat-buat, sedikit sekali menyumbangkan pendapat.
Teman-teman, Nita ingin ngucapin terima kasih yang sebesar-besarnya untuk…
Saran dan kritik kalian yang membangun. Semoga dengan itu Nita bisa introspeksi diri dan jadi individu yang lebih baik lagi. Amin.
Support dari teman-teman baik materil maupun non-materil. Di saat Nita lagi jatuh atau butuh bantuan, kalian selalu ada. Ini benar-benar buat Nita terharu.
Kenangan-kenangan indah yang kita ukir bersama dalam suka dan duka. Selamanya kenangan-kenangan bersama kalian tidak akan pernah Nita lupakan. Orang bilang, “Di dunia ini tidak ada yang abadi, kecuali perubahan.” Tapi… menurut Nita ada yang abadi selain perubahan yaitu ‘Kenangan’. Dia akan hidup selamanya dalam diri kita dan membuat kita tertawa dan menangis karenanya.
Pernahkah kalian mendengar kisah Helen Kehler? Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan dalam kondisi buta dan tuli. Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa membaca, melihat, dan mendengar.
Nah, dalam kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.
Tidak ada seorangpun yang menginginkan lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan memilih untuk lahir dalam keadaan normal. Namun siapa sangka, dengan segala kekurangannya, dia memiliki semangat hidup yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang legendaris.
Dengan segala keterbatasannya, ia mampu memberikan motivasi dan semangat hidup kepada mereka yang memiliki keterbatasan pula, seperti cacat, buta dan tuli.
Ia mengharapkan, semua orang cacat seperti dirinya mampu menjalani kehidupan sebagaimana manusia normal lainnya, meski itu teramat sulit dilakukan.
Ada sebuah kalimat fantastis yang pernah diucapkan Helen Kehler:
“It would be a blessing if each person could be blind and deaf for a few days during his grown-up live. It would make them see and appreciate their ability to experience the joy of sound”.
Intinya, menurut dia merupakan sebuah anugrah bila setiap orang yang sudah menginjak dewasa itu mengalami buta dan tuli beberapa hari saja. Dengan demikian, setiap orang akan lebih menghargai hidupnya, paling tidak saat mendengar suara!
Sekarang, coba kalian bayangkan sejenak….
……kalian menjadi seorang yang buta dan tuli selama dua atau tiga hari saja! Tutup mata dan telinga selama rentang waktu tersebut. Jangan biarkan diri kalian melihat atau mendengar apapun.
Selama beberapa hari itu kalian tidak bisa melihat indahnya dunia, kalian tidak bisa melihat terangnya matahari, birunya langit, dan bahkan kalian tidak bisa menikmati musik/radio dan acara tv kesayangan!
Bagaimana? Apakah beberapa hari cukup berat? Bagaimana kalau dikurangi dua atau tiga jam saja?
Saya yakin hal ini akan mengingatkan siapa saja, bahwa betapa sering kita terlupa untuk bersyukur atas apa yang kita miliki. Kesempurnaan yang ada dalam diri kita.
Seringkali yang terjadi dalam hidup kita adalah keluhan demi keluhan. Hingga tidak pernah menghargai apa yang sudah kita miliki. Padahal bisa jadi, apa yang kita miliki merupakan kemewahan yang tidak pernah bisa dinikmati oleh orang lain.
Ya! Kemewahan untuk orang lain!
Coba kalian renungkan, bagaimana orang yang tidak memiliki kaki? Maka berjalan adalah sebuah kemewahan yang luar biasa baginya.
Helen Kehler pernah mengatakan, seandainya ia diijinkan bisa melihat satu hari saja, maka ia yakin akan mampu melakukan banyak hal, termasuk membuat sebuah tulisan yang menarik.
Dari sini kita bisa mengambil pelajaran, jika kita mampu menghargai apa yang kita miliki, hal-hal yang sudah ada dalam diri kita, tentunya kita akan bisa memandang hidup dengan lebih baik.
Kita akan jarang mengeluh dan jarang merasa susah!
Malah sebaliknya, kita akan mampu berpikir positif dan menjadi seorang manusia yang lebih baik
Blok 13 tentang “Sistem digestif”. Ini merupakan blog sistem yang terakhir. Dilihat dari namanya aja, udah tersimpan misteri yaitu angka 13. Kata orang sih, angka ini misterius tapi bagiku biasa aja – mengingat tanggal lahirku adalah 13. He2…
Banyak hal yang terjadi pada blok ini, baik padaku maupun teman-temanku. Ada yang menyenangkan, ada yang sedih. Dari ada menjadi tidak ada, dari tahu menjadi tidak tahu dan begitu juga sebaliknya. Jadi, tidak heran bila aku menganggap blok ini sebagai “Suksesi Primer” dalam hidupku.
Sebelum masuk ke inti cerita, mari kita bahas apa yang dimaksud dengan “Suksesi Primer”. “Suksesi Primer” merupakan peristiwa yang terjadi bila komunitas asal terganggu. Gangguan ini mengakibatkan hilangnya komunitas asal tersebut secara total sehingga di tempat komunitas asal terbentuk habitat baru.
Singkatnya seperti kata Grup Band Padi – Sang Penghibur, Bukankah hidup ada perhentian Tak harus terus kencang berlari Ku helakan nafas panjang Tuk siap berlari kembali
Berkali-kali aku harus mendengar temanku menangis di blok ini. Lagi-lagi, aku menjadi saksi dari temanku yang patah hati. Sampai kapan lingkaran setan pengkhianatan ini akan terus menghantui. Kata orang, cinta itu indah tapi mengapa kita sering menangis karenanya.
Dua dosen yang kuanggap Killer ternyata begitu baik. Sungguh tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Cerita lengkap ada di Blog “Tak Kenal Maka Tak Sayang”.
Pengkhianatan dan Runtuhnya Konci Najuto. Ini merupakan pukulan terbesar selama di FK. Benar-benar membuatku terhenti, nyaris tak bisa berdiri tapi ini semua bukanlah akhir, justru awal yang lebih baik. Walau perlahan tapi pasti. I believe it!
Padus IKABI, membangkitkan semangat baru dalam diriku. Kini timbul ketertarikan ku terhadap dunia bedah.
Semangat menulisku kembali. Hampir setengah tahun lebih, aku tidak pernah menulis lagi. Bahkan, blog di FSku pun kuhapus. Namun, aku sadar satu hal, kebahagiaan akan lebih menyenangkan bila kita bagi dengan orang lain. Thx buat semua orang yang selalu mendukungku, tanpa kalian aku tidak akan berarti.
Hari ini, 6 Mei 2008, sungguh melelahkan. Aku baru saja mengalami kejadian yang sangat tidak mengenakkan. Hal ini bemula dengan datangnya tanteku dari Jakarta kemarin. Kedatangan tanteku itu begitu mendadak sehingga aku belum membereskan kamar. Jadi, aku hanya mengambil sedikit pakaian, buku, tas dan perlengkapan kuliah. Walaupun begitu, kesemuanya itu belum menjadi masalah.
Perlahan-lahan masalah itu muncul. Sudah menjadi acara ritual, bila ada tante aku harus menemaninya ngobrol. Banyak hal yang kami bicarakan mulai dari sistem KPK, Mama Mia, beberapa jenis penyakit bahkan sampai masalah jodoh pun ikut disinggung, yang berakibat hilangnya kesempatan tidur lebih awalku. Kulihat jam hpku ternyata baru jam 11. Ah, enggak apa-apa pikirku. Masih bisa bangun pagi kalau langsung tidur. Hanya ada 1 hal yang aku lupa, malam ini aku harus tidur di tempat yang tidak seharusnya aku tidur. Ketakutanku menjadi kenyataan, aku tidak bisa tidur.
Masalah puncak, aku kesiangan lagi dan telat ke kampus. Kuketuk pintunya, lalu aku pun masuk ke ruang tutorialku. “Maaf, Pak. Saya terlambat.” Kataku dengan sopan. “Siapa nama kamu?” Tanya bapak itu dengan nada tinggi. “Nita, Pak.” Jawabku halus. Dia menconteng namaku, minus 1 tak terelakkan lagi pikirku, kemudian menyodorkan kertas scenario padaku. Aku ambil kertas itu dan segera mencari tempat duduk. Ketika aku mencari tempat duduk, dia berkata dengan ketus “Biasanya anak perempuan itu jarang telat.” Aku diam berusaha tidak menggubris pembicaraan bapak itu dan duduk. Tutorial pun dimulai.
20 menit kemudian, temanku, Yenni datang. Ternyata dia lebih telat dariku. Dia kelihatan begitu panik, sampai lupa mengucapkan maaf dan langsung mencari tempat duduk. Ketika dia mencari tempat duduk, bapak itu memanggilnya untuk memberikan scenario tanpa berkomentar apa-apa. Jujur, saat itu aku sudah merasakan ada hal yang aneh terjadi di sini.
Kami pun melanjutkan tutorial kami. Semua membahas diskusi itu dengan serius. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 10. Diskusi pun berakhir. Bapak itu membagikan absen dan lembar nilai untuk ditandatangani. Ternyata untuk kedisplinan aku mendapat nilai minus 1. Dugaanku benar, tidak ada ampun. Lalu kulihat juga nilai Yenni, sebenarnya terlihat bukan sengaja dilihat, dia juga telat sama sepertiku malah lebih lama dariku. Namun, betapa terkejutnya aku, nilai kedisplinannya hanya ditulis 0. Jujur, aku tidak terima dengan perlakuan bapak itu.
Aku tidak menyangka ternyata ada dosen yang bermain kasar seperti itu terhadap mahasiswanya. Bagaimana mungkin mereka bisa mengajari muridnya untuk berdignity bila mereka juga tidak berdignity. Sesaat aku benar-benar merasa kecewa atas ketidakprofesionalan bapak itu. Namun, ada hikmah yang dapat aku ambil dari kejadian ini yaitu aku tidak akan pernah telat lagi seumur hidupku. Aku akan berusaha untuk tidak membuat kesalahan lagi dalam hidupku. Jadi, tidak ada seorang pun yang dapat melakukan hal yang sama seperti ini lagi padaku. (13N)
Celoteh Anak